Saṃyuktāgama

125. Kotbah tentang Apa yang Diciptakan oleh Māra

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Gunung Makula, pada waktu itu bersama dengan seorang bhikkhu pelayan bernama Rādha.

Kemudian Sang Bhagavā berkata kepada bhikkhu Rādha: “Apa pun bentuk jasmani, apakah masa lampau, masa depan atau masa sekarang, internal atau eksternal, kasar atau halus, indah atau menjijikkan, jauh atau dekat, ini semua sepenuhnya diciptakan oleh Māra. Perasaan … persepsi … bentukan … kesadaran juga seperti ini.

Sang Buddha berkata kepada Rādha: “Apakah yang engkau pikirkan, apakah bentuk jasmani adalah kekal atau apakah ia tidak kekal?”

Ia menjawab: “Ia tidak kekal, Sang Bhagavā.”

[Sang Buddha bertanya lagi]: “Apa yang tidak kekal, apakah ia adalah dukkha?”

Ia menjawab: “Ia adalah dukkha, Sang Bhagavā.”

[Sang Buddha bertanya lagi]: “Apakah perasaan … persepsi … bentukan … kesadaran adalah kekal atau apakah ia tidak kekal?”

Ia menjawab: “Ia tidak kekal, Sang Bhagavā.”

[Sang Buddha bertanya lagi]: “Apa yang tidak kekal, apakah ia adalah dukkha?”

Ia menjawab: “Ia adalah dukkha, Sang Bhagavā.”

[Sang Buddha bertanya lagi]: “Apa yang tidak kekal, dukkha, bersifat berubah, apakah seorang siswa mulia yang terpelajar dalam hal ini akan menganggapnya sebagai diri, sebagai berbeda dari diri [dalam pengertian dimiliki olehnya], sebagai ada [di dalam diri, atau suatu diri] sebagai ada [di dalamnya]?”

Ia menjawab: “Tidak, Sang Bhagavā.”

[Sang Buddha berkata]: “Oleh sebab itu, Rādha, seorang siswa mulia yang terpelajar membangkitkan kekecewaan terhadap bentuk jasmani. Karena menjadi kecewa, ia tidak menyenanginya. Ia membangkitkan kekecewaan terhadap perasaan … persepsi … bentukan … kesadaran. Karena menjadi kecewa, ia tidak menyenanginya. Karena tidak menyenanginya, ia menjadi terbebaskan. Dengan terbebaskan ia mengetahui dan melihat: ‘Kelahiran bagiku telah dilenyapkan, kehidupan suci telah dikembangkan, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, aku sendiri mengetahui bahwa tidak akan ada kelangsungan lebih jauh lagi’.”

Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengarkan apa yang telah dikatakan Sang Buddha, bhikkhu Rādha bergembira dan menerimanya dengan hormat.

Sebuah kotbah ketiga juga seperti ini, dengan perbedaan: Sang Buddha berkata kepada Rādha: “Seorang siswa mulia yang terpelajar memeriksa lima kelompok unsur kehidupan yang dilekati ini sebagai bukan diri dan bukan milik diri. Setelah memeriksanya, ia tidak melekat pada apa pun di seluruh dunia. Karena tidak melekat, ia tidak terikat. Karena tidak terikat, ia dengan diri sendiri merealisasi Nirvāṇa, [dengan mengetahui]: ‘Kelahiran bagiku telah dilenyapkan, kehidupan suci telah dikembangkan, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, aku sendiri mengetahui bahwa tidak akan ada kelangsungan lebih jauh lagi’.”

Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengarkan apa yang telah dikatakan Sang Buddha, bhikkhu Rādha bergembira dan menerimanya dengan hormat.