Saṃyuktāgama
194. Kotbah tentang Memunculkan Kesenangan
Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.
Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Jika seseorang memunculkan kesenangan sehubungan dengan mata, maka ia memunculkan kesenangan sehubungan dengan apa yang adalah dukkha. Jika seseorang memunculkan kesenangan sehubungan dengan dukkha, aku katakan, ia tidak terbebaskan dari dukkha. [Jika] seseorang memunculkan kesenangan sehubungan dengan telinga … hidung … lidah … badan … pikiran, maka ia memunculkan kesenangan sehubungan dengan dukkha. [Jika] seseorang memunculkan kesenangan sehubungan dengan apa yang adalah dukkha, aku katakan, ia tidak terbebaskan dari dukkha.
“Para bhikkhu, jika seseorang tidak memunculkan kesenangan sehubungan dengan mata, maka ia tidak memunculkan kesenangan sehubungan dengan apa yang adalah dukkha. Seseorang yang tidak memunculkan kesenangan sehubungan dengan dukkha, aku katakan, terbebaskan dari dukkha. [Jika] seseorang tidak memunculkan kesenangan sehubungan dengan telinga … hidung … lidah … badan … pikiran, maka ia tidak memunculkan kesenangan sehubungan dengan apa yang adalah dukkha. Ia yang tidak memunculkan kesenangan sehubungan dengan dukkha, aku katakan, terbebaskan dari dukkha.”
Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengarkan apa yang telah dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.