Saṃyuktāgama

260. Kotbah tentang Lenyapnya

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī, di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika. Pada waktu itu Yang Mulia Sāriputta mendekati Yang Mulia Ānanda. Setelah bertukar salam ramah tamah, Yang Mulia Sāriputta mengundurkan diri untuk duduk pada satu sisi dan kemudian bertanya kepada Yang Mulia Ānanda: “Saya ingin menanyakan suatu pertanyaan. Teman, apakah engkau memiliki waktu luang untuk memberikanku jawabannya?”

Ānanda berkata: “Teman, engkau dapat bertanya, dengan mengetahuinya saya akan menjawab.”

Sāriputta berkata: “Ānanda, sehubungan dengan seseorang yang telah [merealisasikan] lenyapnya: Apakah lenyapnya? Siapakah yang telah [merealisasikan] lenyapnya ini?”

Ānanda berkata: “Sāriputta, lima kelompok unsur kehidupan yang dilekati adalah hasil dari perbuatan-perbuatan sebelumnya, dari kehendak-kehendak sebelumnya. Mereka adalah tidak kekal dan bersifat melenyap. Karena sifatnya yang melenyap, ini disebut lenyapnya. Apakah lima hal itu? Yaitu, kelompok bentuk jasmani yang dilekati adalah hasil dari perbuatan-perbuatan sebelumnya, dari kehendak-kehendak sebelumnya. Ia tidak kekal dan bersifat melenyap. Karena sifatnya yang melenyapnya, ini disebut lenyapnya. Dengan cara yang sama perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran adalah hasil dari perbuatan-perbuatan sebelumnya, dari kehendak-kehendak sebelumnya. Ia tidak kekal dan bersifat melenyap. Karena sifatnya yang melenyap, ini disebut lenyapnya.”

Sāriputta berkata: “Benar, benar, Ānanda, seperti yang engkau katakan: lima kelompok unsur kehidupan yang dilekati adalah hasil dari perbuatan-perbuatan sebelumnya, dari kehendak-kehendak sebelumnya. Mereka adalah tidak kekal dan bersifat melenyap. Karena sifatnya yang melenyap, ini disebut lenyapnya. Apakah lima hal itu? Yaitu, kelompok bentuk jasmani yang dilekati adalah hasil dari perbuatan-perbuatan sebelumnya, dari kehendak-kehendak sebelumnya. Ia tidak kekal dan bersifat melenyap. Karena sifatnya yang melenyap, ini disebut lenyapnya. Dengan cara yang sama perasaan… persepsi… bentukan… kesadaran adalah hasil dari perbuatan-perbuatan sebelumnya, dari kehendak-kehendak sebelumnya. Ia tidak kekal dan bersifat melenyap. Karena sifatnya yang melenyap, ini disebut lenyapnya.

“Ānanda, jika lima kelompok unsur kehidupan yang dilekati bukan hasil dari perbuatan-perbuatan sebelumnya, dari kehendak-kehendak sebelumnya, bagaimana mungkin mereka lenyap? Ānanda, karena lima kelompok unsur kehidupan yang dilekati adalah hasil dari perbuatan-perbuatan sebelumnya, dari kehendak-kehendak sebelumya, mereka tidak kekal dan bersifat melenyap. Karena sifatnya yang melenyap, ini disebut lenyapnya.”

Kemudian kedua orang yang layak dihormati itu saling bergembira mendengarkan apa yang dikatakan satu sama lainnya dan pergi.