Saṃyuktāgama
131. Kotbah tentang Menjadi Terbiasa
Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.
Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Jika seorang pertapa atau Brahmana menjadi terbiasa dengan bentuk jasmani, ia mengikuti kekuatan Māra, jatuh ke dalam tangan Māra, mengikuti keinginan Māra, terikat oleh Māra, dan tidak bebas dari belenggu Māra. Perasaan … persepsi … bentukan … kesadaran juga seperti ini.
“Jika seorang pertapa atau Brahmana tidak menjadi terbiasa dengan bentuk jasmani, maka ia tidak mengikuti kekuatan Māra, tidak jatuh ke dalam tangan Māra, tidak mengikuti keinginan Māra, bebas dari ikatan oleh Māra, dan bebas dari belenggu Māra. Perasaan … persepsi … bentukan … kesadaran juga seperti ini.”
Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengarkan apa yang dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.
Dengan cara yang sama “seseorang yang menjadi terbiasa untuk mendekat padanya”, “seseorang yang menjadi terbiasa untuk terikat padanya”, “seseorang yang terpuaskan olehnya”, “seseorang yang berketetapan hati dan melekat padanya”, “seseorang yang bersandar padanya”, “seseorang yang memiliki kecenderungan yang mendasari terhadapnya”, “seseorang yang mendekatinya”, “seseorang yang memilihnya”, “seseorang yang tidak melepaskannya”, “seseorang yang tidak memuntahkannya”. Dengan cara ini seorang pertapa atau Brahmana mengikuti kekuatan Māra … seperti yang dikatakan di atas.