Saṃyuktāgama

162. Kotbah tentang Pandangan Berbuat

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Kelangsungan dari sebab apakah, dengan melekat pada apakah, dengan dibelenggu dan terikat pada apakah, dengan melihat apakah sebagai diri, makhluk-makhluk memiliki pandangan seperti ini dan berkata seperti ini: ‘Bagi seseorang yang berbuat, mengajarkan [seseorang] untuk berbuat, menghancurkan, mengajarkan [seseorang] untuk menghancurkan, membakar, mengajarkan [seseorang] untuk membakar, membunuh, mengajarkan [seseorang] untuk membunuh, melukai makhluk-makhluk hidup, mencuri kekayaan orang lain, berperilaku seksual yang salah, dengan sengaja mengatakan kebohongan, meminum minuman keras, menghancurkan tembok atau menghancurkan kunci [pintu] untuk mencuri, berbalik di jalan [untuk menyerang seseorang], menyerang sebuah desa, menyerang sebuah kota, melukai orang-orang dengan menggunakan sebuah roda dengan mata pisau yang sangat tajam untuk memotong, menyayat, mencincang, dan mengiris mereka, dengan membuat tumpukan besar daging, bagi seseorang yang melakukan praktek-praktek demikian tidak ada kejahatan karena hal ini, dan juga tidak menyebabkan keburukan. Dengan pergi sepanjang [tepi] selatan sungai Gangga membunuh dan melukai, atau dengan datang sepanjang [tepi] selatan sungai Gangga melakukan pengorbanan besar, karena hal itu tidak ada jasa atau kejahatan dan tidak ada sebab jasa atau kejahatan. Dengan memberikan persembahan, mendisiplinkan diri sendiri, melindungi [orang lain], berbuat demi manfaat [orang lain] atau demi manfaat bersama, dengan perbuatan-perbuatan ini seseorang tidak melakukan jasa’?”

Para bhikkhu berkata kepada Sang Buddha: “Sang Bhagavā adalah akar Dharma, mata Dharma, landasan Dharma …” diulangi dengan lengkap dengan cara yang sama dalam urutan dari tiga kotbah di atas.