Saṃyuktāgama

166. Kotbah Pertama tentang Pandangan bahwa Diri Terdiri dari Bentuk

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Kelangsungan dari sebab apakah, dengan melekat pada apakah, dengan dibelenggu dan terikat pada apakah, dengan melihat apakah sebagai diri, makhluk-makhluk memiliki pandangan seperti ini dan berkata seperti ini: ‘Diri terdiri dari bentuk, apa pun yang lain adalah salah; diri adalah tanpa bentuk, apa pun yang lain adalah salah; diri memiliki bentuk dan tanpa bentuk, apa pun yang lain adalah salah; diri tidak memiliki bentuk juga bukan tanpa bentuk, apa pun yang lain adalah salah; diri adalah terbatas, apa pun yang lain adalah salah; diri adalah tidak terbatas, apa pun yang lain adalah salah; diri adalah terbatas dan tidak terbatas, apa pun yang lain adalah salah; diri adalah bukan terbatas juga bukan tidak terbatas, apa pun yang lain adalah salah; [diri adalah] dengan persepsi yang menyatu … dengan persepsi yang beranekaragam … dengan persepsi bermacam-macam … dengan persepsi tanpa batas [, apa pun yang lain adalah salah]; diri adalah sepenuhnya kebahagiaan … sepenuhnya penderitaan … kebahagiaan dan penderitaan … bukan kebahagiaan juga bukan penderitaan’?”

Para bhikkhu berkata kepada Sang Buddha: “Sang Bhagavā adalah akar Dharma, mata Dharma, landasan Dharma …” diulangi dengan lengkap dengan cara yang sama dalam urutan dari tiga kotbah di atas.