Saṃyuktāgama

169. Kotbah tentang Pandangan bahwa Diri dan Dunia adalah Kekal

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Kelangsungan dari sebab apakah, dengan melekat pada apakah, dengan dibelenggu dan terikat pada apakah, dengan melihat apakah sebagai diri, makhluk-makhluk memiliki pandangan seperti ini dan berkata seperti ini: ‘Diri dan dunia adalah kekal, diri dan dunia adalah tidak kekal, diri dan dunia adalah kekal dan tidak kekal, diri dan dunia adalah bukan kekal juga bukan tidak kekal; diri adalah secara kekal ditanggung, diri adalah tidak secara kekal ditanggung, diri adalah secara kekal dan tidak kekal ditanggung, diri adalah bukan secara kekal juga bukan secara tidak kekal ditanggung; diri dan dunia adalah tercipta dengan sendirinya, diri dan dunia adalah diciptakan oleh orang lain, diri dan dunia adalah tercipta dengan sendiri dan diciptakan oleh orang lain, diri dan dunia adalah bukan tercipta dengan sendirinya juga bukan diciptakan orang lain, yang diciptakan tanpa kondisi; diri dan dunia adalah ditanggung dan tercipta dengan sendirinya, diri dan dunia adalah ditanggung dan tercipta oleh orang lain, diri dan dunia adalah ditanggung, tercipta dengan sendirinya dan diciptakan oleh orang lain, diri dan dunia adalah ditanggung, bukan tercipta dengan sendirinya juga bukan diciptakan oleh orang lain, yang diciptakan tanpa kondisi’?”

Para bhikkhu berkata kepada Sang Buddha: “Sang Bhagavā adalah akar Dharma, mata Dharma, landasan Dharma …” diulangi dengan lengkap dengan cara yang sama dalam urutan dari tiga kotbah di atas.