Saṃyuktāgama

173. Kotbah Kedua tentang Melenyapkan Hal-Hal yang Tidak Kekal

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Kalian seharusnya melenyapkan hal-hal yang tidak kekal dari masa lampau. Setelah melenyapkan hal-hal itu akan menjadi manfaat dan kesejahteraan kalian, untuk kedamaian dan kebahagiaan kalian selama waktu yang lama. Apakah hal-hal yang tidak kekal dari masa lampau? Bentuk jasmani masa lampau adalah hal yang tidak kekal, nafsu masa lampau [terhadapnya] adalah hal yang tidak kekal. Kalian seharusnya melenyapkan hal-hal itu. Setelah melenyapkan hal-hal itu akan menjadi manfaat dan kesejahteraan kalian, untuk kedamaian dan kebahagiaan kalian selama waktu yang lama.

Perasaan … persepsi … bentukan … kesadaran juga seperti ini.”

Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengarkan apa yang telah dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.

Dengan cara yang sama [kotbah-kotbah seharusnya diulangi] tentang [hal-hal] masa depan … masa sekarang … masa lampau dan masa sekarang … masa depan dan masa sekarang … masa lampau dan masa depan … masa lampau, masa depan, dan masa sekarang [seharusnya ditinggalkan].