Saṃyuktāgama

178. Kotbah tentang Keadaan-Keadaan Jahat dan Tidak Bermanfaat yang Telah Muncul

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Seperti halnya jika serban seseorang terbakar oleh api, apakah yang dapat membantunya?”

Para bhikkhu berkata kepada Sang Buddha: “Sang Bhagavā, ia seharusnya membangkitkan keinginan, ketekunan, dan semangat tertinggi pada waktu itu untuk membantunya guna memadamkan api itu.”

Sang Buddha berkata kepada para bhikkhu: “Walaupun seseorang mungkin masih lupa tentang serbannya yang terbakar, ia seharusnya memadamkan dan melenyapkan api ketidakkekalan yang sedang berkembang. Demi tujuan melenyapkan api ketidakkekalan, ia seharusnya melenyapkan keadaan-keadaan jahat dan tidak bermanfaat yang telah muncul, membangkitkan keinginan dan semangat, dengan memegang pikiran untuk membuatnya tumbuh.

Demi tujuan melenyapkan keadaan apakah yang tidak kekal dan demi tujuan melenyapkan keadaan-keadaan jahat dan tidak bermanfaat apakah yang telah muncul seseorang seharusnya membangkitkan keinginan dan semangat, dengan memegang pikiran untuk membuatnya tumbuh? Yaitu, seseorang seharusnya oleh sebab itu melenyapkan bentuk jasmani … perasaan … persepsi … bentukan … kesadaran yang tidak kekal, agar dapat melenyapkan keadaan-keadaan jahat dan tidak bermanfaat yang telah muncul, dengan membangkitkan keinginan dan semangat, memegang pikiran untuk membuatnya tumbuh.” Diulangi secara lengkap sampai dengan: Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengarkan apa yang telah dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.

Seperti halnya kotbah tentang “apa yang tidak kekal”, dengan cara yang sama “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa lampau”, “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa depan”, “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa sekarang”, “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa lampau dan masa depan”, apa yang tidak kekal dan berasal dari masa lampau dan masa sekarang”, “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa depan dan masa sekarang”, “apa yang tidak kekal dan berasal dari masa lampau, masa depan, dan masa sekarang”, delapan kotbah juga diulangi seperti di atas.

Seperti halnya “seseorang seharusnya oleh sebab itu melenyapkan keadaan-keadaan jahat dan tidak bermanfaat yang telah muncul”, dengan cara yang sama “untuk ketidakmunculan keadaan-keadaan jahat dan tidak bermanfaat yang belum muncul”, “untuk kemunculan keadaan-keadaan bermanfaat yang belum muncul”, “untuk meningkatkan keadaan-keadaan bermanfaat yang telah muncul, seseorang membangkitkan keinginan dan semangat, dengan memegang pikiran untuk membuatnya tumbuh”, delapan kotbah juga diulangi seperti di atas.

Seperti halnya tiga puluh dua kotbah tentang “seseorang seharusnya melenyapkan apa yang tidak kekal”, dengan cara yang sama untuk “seseorang seharusnya memahami”, “seseorang seharusnya memuntahkan keluar”, “seseorang seharusnya mengakhiri”, “seseorang seharusnya melepaskan”, “seseorang seharusnya menghentikan”, “seseorang seharusnya menghilangkan”, tiga puluh dua kotbah diulangi untuk masing-masing dari ini secara lengkap seperti di atas.