Saṃyuktāgama
210. Kotbah tentang Sukacita Ekstensif dan Penderitaan Ekstensif
Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Vesālī di Hutan Mangga Jīvaka.
Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Terdapat sukacita ekstensif dan penderitaan ekstensif. Mengapa demikian? Enam landasan kontak di neraka. Makhluk-makhluk hidup yang terlahir di neraka itu bertemu dengan bentuk-bentuk mata yang tidak menyenangkan dan tidak bertemu dengan bentuk-bentuk yang menyenangkan, mereka bertemu dengan bentuk-bentuk yang tidak ingin dipikirkan seseorang dan tidak bertemu dengan bentuk-bentuk yang ingin dipikirkan seseorang, mereka bertemu dengan bentuk-bentuk yang buruk dan tidak bertemu dengan bentuk-bentuk yang baik. Karena kondisi ini, keseluruhan pengalaman mereka adalah pengalaman kekhawatiran dan kesakitan [selama waktu yang lama].
“Mereka bertemu dengan suara-suara telinga … dengan bebauan hidung … dengan rasa lidah … dengan sentuhan badan … dan dengan pikiran mereka mengetahui objek-objek pikiran yang tidak menyenangkan dan tidak bertemu dengan apa yang menyenangkan, mereka bertemu dengan apa yang tidak ingin dipikirkan seseorang dan tidak bertemu dengan apakah yang ingin dipikirkan seseorang, mereka bertemu dengan objek-objek pikiran yang buruk dan tidak bertemu dengan objek-objek pikiran yang baik. Karena kondisi ini, [keseluruhan] pengalaman mereka adalah pengalaman kekhawatiran dan kesakitan selama waktu yang lama.
“Para bhikkhu, terdapat [juga] enam landasan kontak [di surga]. Makhluk-makhluk hidup yang terlahir di alam itu bertemu dengan [bentuk-bentuk] mata yang menyenangkan dan tidak bertemu dengan apa yang tidak menyenangkan, mereka bertemu dengan bentuk-bentuk yang ingin dipikirkan seseorang dan tidak bertemu dengan bentuk-bentun yang tidak ingin dipikirkan seseorang, mereka bertemu dengan bentuk-bentuk yang baik dan tidak bertemu dengan bentuk-bentuk yang buruk. Karena kondisi ini, keseluruhan pengalaman mereka adalah pengalaman sukacita dan kenikmatan selama waktu yang lama.
“Mereka bertemu dengan suara-suara telinga … dengan bebauan hidung … dengan rasa lidah … dengan sentuhan badan … dan dengan pikiran mereka mengetahui objek-objek pikiran yang menyenangkan dan bukan tidak menyenangkan, [mereka bertemu dengan] apa yang ingin dipikirkan seseorang dan bukan apa yang tidak ingin dipikirkan seseorang, mereka bertemu dengan apa yang baik dan bukan apa yang buruk. [Karena kondisi ini, keseluruhan pengalaman mereka adalah pengalaman sukacita dan kenikmatan selama waktu yang lama].”
Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengarkan apa yang telah dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.