Saṃyuktāgama
220. Kotbah Kedua tentang Jalan Menuju Nirvāṇa
Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.
Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Terdapat suatu jalan yang membawa menuju Nirvāṇa. Apakah jalan yang membawa menuju Nirvāṇa? Renungkanlah mata sebagai bukan-diri. Renungkan juga bentuk, kesadaran-mata, dan perasaan yang muncul bergantung pada kontak-mata yang dialami di dalamnya, apakah menyakitkan, menyenangkan, atau netral, sebagai bukan-diri.
“Telinga … hidung … lidah … badan … pikiran juga seperti itu. Ini disebut jalan yang membawa menuju Nirvāṇa.”
Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengar apa yang dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.