Saṃyuktāgama

228. Kotbah tentang Apa yang Meningkat

Demikianlah telah kudengar. Pada suatu ketika Sang Buddha sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika.

Pada waktu itu Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Aku sekarang akan mengajarkan kalian apa yang bersifat meningkat dan apa yang bersifat melenyap. Apakah yang bersifat meningkat? Yaitu, bergantung pada mata dan bentuk, kesadaran-mata muncul. Pertemuan dari tiga hal ini adalah kontak. Bergantung pada kontak, terdapat perasaan … diulangi secara lengkap sampai dengan … ini adalah munculnya keseluruhan kumpulan besar dukkha. Ini disebut yang bersifat meningkat.

“Telinga … hidung … lidah … badan … pikiran juga seperti itu. Ini disebut yang bersifat meningkat.

“Apakah yang bersifat melenyap? Bergantung pada mata dan bentuk, kesadaran-mata muncul. Pertemuan dari tiga hal ini adalah kontak. Dengan lenyapnya kontak, perasaan kemudian lenyap … diulangi secara lengkap sampai dengan … lenyapnya keseluruhan kumpulan besar dukkha.

“Telinga … hidung … lidah … badan … pikiran juga seperti itu. Ini disebut yang bersifat melenyap.”

Ketika Sang Buddha telah mengucapkan kotbah ini, mendengar apa yang dikatakan Sang Buddha, para bhikkhu bergembira dan menerimanya dengan hormat.

Seperti halnya untuk meningkat dan melenyap, dengan cara yang sama juga untuk bersifat bangkit, bersifat berubah selagi bertahan, bersifat muncul, dan bersifat melenyap, [kotbah-kotbah] diulangi seperti di atas.